Selasa, 15 Januari 2013

SPECIAL GIFT



Sudah memasuki pertengahan Januari 2013, aku mengucap syukur untuk Tuhan yang sudah baik kepadaku. Mungkin cerita ini agak terlambat, tapi tidak pernah basi. Segala sesuatu yang baik tidak pernah basi untuk dibagikan.

Bertahun-tahun aku slalu mendoakan Natal yang spesial, bersama orang yang spesial. Bagiku ada beberapa momen yg spesial yaitu : Valentine, Ulangtahunku, Malam Natal dan Malam Tahun Baru. Emang agak sedikit lebay sih, tapi memang momen-momen ini yang slalu aku doakan selama bertahun-tahun, tapi belum pernah terwujud.

Aku mengenalnya di awal Agustus, untuk suatu event di kantor. Selama ini aku sudah sering melihatnya tapi tidak pernah mengenalnya. Tidak ada yang menarik darinya, tapi saat mendengarkan dia bernyanyi, hatiku tersentuh. Mungkin karna suaranya yang merdu membuatku tergerak untuk mengenalnya lebih jauh. Dia, sebut saja AR. Semakin aku mengenalnya, semakin menarik. Semua orang memang tidak terlalu tertarik untuk bergaul dengannya, karna dia tuh cupu, cuek banget klo bukan karna dia kenal banget orang itu dia gak akan negor. Terkesan cuek itulah yang suka membuat semua orang males untuk berteman dengannya, kecuali diriku.

 Beberapa bulan yang lalu di 2012, aku tiba-tiba ingin kembali beribadah di gereja bethel. Selama ini kalau gak di gereja mainstream atau gak ke gereja sama sekali. Tidak tahu mengapa tiba-tiba ingin kembali, awalnya kukira karna Leo, temenku waktu di pelayanan youth gereja bethel 10thn yg lalu, tiba-tiba nongol pas di hari ulangtahunku. Dan sempat awalnya aku mengira mungkin dialah dari Tuhan, karna aku slalu berdoa bahwa Tuhan akan mengirimkan pria spesial itu ke rumahku. Tapi ternyata, semakin kesini semua dijawab BUKAN oleh Tuhan.

Barulah saat aku mengenal AR, ternyata dia adalah seorang worship leader di sebuah gereja bethel lebak bulus. Aku sangat takjub dan tiba-tiba teringat dengan doaku 15thn yg lalu. Bahwa aku memimpikan, mengharapkan Tuhan memberikanku seorang pasangan yang adalah seorang worship leader/pemusik dan kami akan sama-sama melayani. Semua harapan ini dikarenakan saat aku menghadiri sebuah kebaktian di gereja bethel senayan dan saat aku melihat sepasang suami istri dimana suaminya worship leader, istrinya pianis. Hatiku tersentuh melihat pemandangan itu.

Tidak pernah terpikirkan untuk menjadi dekat dengan AR. Oleh sebab umurnya yang jauh dibawahku 6 tahun. Sebelumnya aku pernah dekat orang yang lebih muda juga 4 tahun dibawahku. Entah kenapa aku selalu dekat dengan pria yang lebih muda dariku. Apa karna ruang lingkupku yang lebih banyak brondong-nya, atau karna memang aku lebih cocok dengan mereka ketimbang yang lebih tua? Tapi bagiku sih mereka walaupun lebih muda ternyata tidak menjamin kalau mereka tidak dewasa. Dewasa bukan hanya karna umur lebih tua. Dan aku melihat AR sangat dewasa, melebihi diriku. Dia bisa memimpinku, bisa menjadi mentor dan walaupun dia ternyata orang yang bawel, tapi dia baik dan perhatian. Dan yang paling utama dia orang yang bertanggungjawab. Sungguh berbeda dengan pria yang sebelumnya yang pernah deket denganku.

Pernah kami pergi berdua dan pulang agak malam, dia mengantarkanku pulang. Biasanya teman-temanku yang mengantarku pulang hanya sekedar men-drop lalu langsung capcus pulang. Tapi hal yang menarik yang aku alami bersama AR adalah saat dia turun dari motor dan bilang ingin bertemu dengan kakakku. Wow! Aku kaget akan sikapnya. Sikap yang belum pernah aku alami selama ini dari seorang pria. Dan saat dia bertemu dengan kakakku, ternyata dia hanya ingin menyampaikan,”Malam Tante, maaf terlalu malam mengantarkan desi pulang.” Seketika kakakku hanya menengok sekilas curiga padaku dengan pandangan bertanya-tanya,”Ini siapa?” lalu padanya dan berbasa-basi sejenak. Seketika aku merasa malu untuk mengenalkannya. Sudah lama aku tidak pernah merasakan hal ini. Ada rasa bangga, sukacita, walaupun mungkin hal itu biasa untuk AR, tapi bagiku ini luar biasa.

Pertama kali kami pergi bareng adalah di pernikahan sahabatku. Aku tuh yang bingung mau ajak siapa dan kebetulan waktunya siang hari, jadi aku mengajaknya. Karna dia tugas luar, jadi lebih mudah mengajaknya. Saat di pesta, ada rasa sukacita karna datang dengan pria, karna biasanya kalau aku ke pesta itu kalau gak dengan teman wanitaku atau sendirian, lebih parah lagi pernah aku datang dengan kakakku..fiuh! Tapi aku gak berani mengenalkannya sama temen-temenku, karna aku takut disalahartikan sama temen-temenku. Mungkin karna dia tidak setampan yang aku harapkan untuk dikenalkan ke orang-orang..duh, terkadang aku merasa jahat sekali. Tapi temen-temenku gak peduli, dikenalkan atau tidak mereka tetep menganggap dialah pasanganku.

Demikianlah kami, dari satu pertemuan ke pertemuan yang lain. Hingga kami menjadi sedekat ini. Awal Desember 2012, tiba-tiba aku dikenalkan dengan seorang pria oleh sepupuku. Sudah pasti orang kaya, mapan, mantap deh, usianya lebih tua dariku, tapi secara fisik aku tidak tertarik padanya waktu melihatnya di FB. Tapi saat AP, lelaki ini datang ke kantorku untuk bertemu dan lunch bareng, aku mengiyakan dan ingin mengenalnya. Pagi harinya, aku merasa takut tiba-tiba, aku bicara dengan sahabatku tentang ketakutanku. Hal konyol sih saat aku takut jika AP cocok denganku dan jadian, dan yang kutakutkan lagi adalah artinya aku harus melepaskan AR, padahal aku sudah terlanjur mulai suka dengannya. Tiba-tiba aku takut akan suatu ikatan. Mungkin karna aku belum mengenal AP sebaik AR. Dan sahabatku tentu saja lebih menganjurkanku untuk memilih AP yang sudah mapan. Tapi akhirnya aku mencoba menyerahkan segalanya padaNya. Aku adalah orang yang gak bisa berbohong. Wajahku sangat ekspresif. Kelihatan banget suka dan tidaknya. Saat aku bertemu dengan AP, tahulah aku bahwa aku tidak tertarik padanya, dan nampaknya dia juga. Dan pertemuan itu menurutku menjadi pertemuan yang membosankan. Dan aku berharap segera berakhir.

Beberapa hari kemudian aku di kuliahi sepupuku tentang pasangan hidup. Intinya sih kita gak boleh melihat rupa, carilah yang hatinya baik (dan kantongnya baik juga). Aku tidak bercerita tentang AR. Karna sepupukupun tidak pernah bertanya tentang hubunganku dengan pria lain. Dia menganggap aku tidak memiliki hubungan dengan pria manapun. Dia gak pernah bertanya apakah aku bahagia? Dia tidak pernah bertanya apakah aku sedang jatuh cinta atau sedang patah hati? Jadi selama tidak ditanyakan aku diam saja. Dan setelah dikuliahi gitu aku belajar untuk mengenal AP lebih baik lagi. Aku berdoa pada Tuhan, jika kami dipertemukan lagi, aku akan bersikap lebih baik lagi daripada sebelumnya. Tapi ternyata semua tidak sesuai harapan lagi. Aku sudah berusaha menjalin dahulu, tapi responnya datar-datar saja. Satu hal yang aku doakan adalah AP datang ke rumahku untuk bernatalan, dan aku berharap kali ini doaku terkabul, ada pria spesial datang Natalan kerumahku. Aku sudah siapkan segalanya. Kue-kue, minuman, membersihkan rumah, bersiap-siap selalu. Hal yang tidak pernah aku lakukan dari tahun-tahun sebelumnya. Karna aku slalu tahu tidak pernah ada yang datang di hari Natal maka aku cuek-cuek saja. Apakah itu temanku atau saudaraku. Maka tidak jarang kue-kue yang pernah kami siapkan habis dimakan oleh aku dan kakakku saja. Tapi entah karna AP, maka kakakku membeli kue-kue tersebut, kami merasa bahwa Natal tahun ini akan menjadi Natal yang spesial,yaitu adanya tamu yang datang.

Saat Natal kantor, kunci motor AR hilang. Kebetulan dia sedang ada pelayanan di tempat lain, maka dia menitipkan kuncinya jika aku menemukannya. Dan benar saja, entah gimana temenku bisa menitipkan kuncinya padaku. Akhirnya kuncinya aku pegang. Dan tgl 24 Desember dia mengajakku ketemuan di kantor untuk ambil kuncinya dan setelah itu katanya dia mau ajak aku ke Sevel. Kami janjian jam 12 siang, tapi paginya entah apa yang menyulutku untuk tiba-tiba berharap dia bisa menemaniku malam Natal di gerejaku. Dan dia menolak karna dengan alasan sudah ada janji dengan temannya jam 4 sore. Wah aku tiba-tiba merasa sangat marah dan membatalkan pertemuannya. Dia telpon aku berulang-ulang kali aku tidak angkat, dia sms aku gak balas. Sungguh aku marah, sedih, kecewa dsb. Aku merasa Tuhan memberikanku Malam Natal yang jauh lebih menyedihkan malam itu. Setelah agak sore, aku barulah sms dia dan mengungkapkan segala uneg-unegku kepadanya, intinya aku masih marah. Dan dia barulah membalas smsku dengan bertanya,”Kenapa harus marah? Tapi klo gue sudah menyakiti perasaanmu, gue minta maaf.” Seketika aku merasa bersalah. Dan dia bisa juga ambil motornya tapi gak bisa isi bensin karna kunci serepnya beda, gak ada kunci jok. Sebelum ibadah berlangsung aku sms dia, telp dia mau tahu keadaannya, tapi gak diangkat dan gak dibalas. Dan selama ibadah Malam Natal, aku hanya berdoa untuk dia yang mau memaafkanku yang sudah kekanak-kanakan dan egois ini, aku bilang pada Tuhan kalau aku tidak mau kehilangan dia, aku gak mau dia pergi dari hidupku.

Selesai ibadah, saat aku berjalan pulang, smsku masuk darinya membalas smsku tadi. Gak tunggu lama-lama aku langsung menelponnya. Dan sejenak dia berbicara menjelaskan padaku dan hal pertama yang aku katakan adalah,”Maafkan aku..”berulang-ulang. Dan akhirnya menjadi percakapan yang menyenangkan. Dia bilang akan keluar kota besoknya, makanya dia ajak ketemuan hari ini karna hanya hari itu sajalah dia lowong, dan akhir kata dialah yang mengucapkan Merry Christmas pertama kalinya. Aku lega sekali. Dan walaupun bukan menjadi Malam Natal yang kuharapkan, tapi menjadi Malam Natal yang mengesankan.
Setelah peristiwa itu aku tidak memikirkannya lagi. Aku konsen dengan AP. Dan masih berdoa dan berharap dia menemuiku di rumah ini. Tapi dia tidak kunjung datang jua. Tgl 28 Desember malam, AR sms aku dan ajak ketemuan besok, dan dia mau ajak aku jalan-jalan. What a surprise! Aku gak kepikiran kalau AR akan menemuiku lagi, mau ke rumahku dan mengajak jalan-jalan! Apa dia sudah lupa kemarin aku sudah membuatnya marah gak ketulungan dengan sikapku yang konyol? Tapi aku iyakan saja. Dan aku hanya bisa berdoa agar esok menjadi hari yang tak terlupakan.

Tgl 29 Desember, datanglah dia ke rumahku. Hari itu dia rapi sekali. Memakai kemeja lengan panjang digulung setengah warna garis-garis hitam abu-abu, dengan jeans birunya. He looks nice! Akhirnya kami pergi dan entah kenapa saat aku tahu dia tidak ada rencana kemana mengajakku selain ke Sevel, aku mengajaknya menemaniku ke makam, ziarah ke makam papaku, mamaku dan abangku. Ada hal berbeda saat aku menginjak tempat itu bersamanya. Hal yang sudah lama aku rindukan, ingin berziarah ditemani seseorang, bukan sendirian lagi, dan aku senang dialah orangnya. Dia sangat sabar menungguku, menemaniku malah sempat dia seperti mengenalkan dirinya kepada papaku, tapi aku langsung ledekin dia karna bicara di kuburan. Tapi aku senang dia melakukannya. Pemandangan selama perjalanan dari rumahku ke makam dan sebaliknya sungguh menyenangkan, mengesankan dan bagus sekali, memang cocok disebut jalan-jalan. Terakhir kali kami berhenti di Sevel, setelah berhenti berkali-kali di tempat makan, kami mengabadikan dengan berfoto berdua. Hari itu menjadi hari yang tak akan kulupakan. Tuhan sudah memberikan hari yang terbaik untuk kami berdua nikmati. Aku gak tau apa jadinya jika Malam Natal kemarin kami jadi bertemu, mungkin kami tidak akan pergi ke makam. Mungkin saja dia datang hari itu karna hanya bertujuan untuk ambil kunci motor, tapi Tuhan menggerakkan hatinya untuk lebih hanya sekedar mengambil kunci motor. Dan bagiku pribadi tidak ada yang kebetulan, bagiku semua ini memang sudah seturut kehendakNya. Aku percaya waktu yang diberikan untuk kita bertemu ya di hari itu, bukan di malam natal. Malamnya aku sangat mengucap syukur, karna pertama Tuhan sudah membuat dia kembali kepadaku, mengirimkan dia ke rumahku, memberikan momen yang terbaik sebelum 2012 ini berlalu. Walau bukan persis seperti yang aku inginkan, tapi DIA memberikan lebih dari yang aku pikirkan. Waktu malam Natal aku memang merasa lega setelah dia memaafkanku, tapi aku gak pernah kepikiran untuk dia mau mengajakku jalan-jalan. Dan kocaknya aku mendoakan AP yang datang kerumah, tapi justru AR yang datang. Tuhan sudah membrikan jalanNya untuk kami bisa bersama. Dan inilah yang membuat tahun 2012 akhirnya aku tutup dengan bahagia. Sempat aku tanyakan padanya,”Mengapa loe mau datang lagi? Aku sudah berpikir loe tuh udah ilfil sama gue.” Dia menjawab,”Iya. Aku emang sempat ilfil sama loe. Ternyata loe tuh sangat childish. Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, ada kalanya tiap orang muncul sifat kekanak-kanakannya, dan ada rasa ingin diperhatikan lebih dari yang lain. Dan gue akhirnya mengerti akan hal itu.” Aku hanya bisa diam mendengar dia bicara seperti itu. Sungguh menohok hatiku.

Hingga memasuki tahun 2013, jelas sudah AP tidak ingin berhubungan lebih lagi denganku. Aku sungguh kecewa, karna aku sudah berusaha ingin menerimanya, tapi dia sendiri tidak mau menerimaku apa adanya. Dia tidak ingin mengenalku lebih dekat. It’s ok! Aku percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik untukku. Doaku adalah pria yang spesial yang sudah disiapkanNya akan didekatkannya lebih lagi. Sedangkan AP semakin menjauh, AR semakin mendekat.

Satu hal yang kulakukan di tahun 2013 adalah mengunjunginya di gerejanya saat dia bertugas menjadi worship leader. Dia awalnya pesimis aku mau datang, tapi aku buktikan aku mau datang. Dan sungguh menakjubkan ternyata  dia bahagia skali saat aku datang dan dia langsung mengenalkanku pada semua teman-temannya. Rasanya dia bangga sekali mengenalkanku, tapi aku yang menjadi jengah. Sepertinya dia tidak pernah mengajak cewek untuk beribadah ke gerejanya, jadi saat aku datang semua heboh. Aku sangat bangga melihatnya menjadi worship leader. Hari itu aku sekali lagi menjadi orang yang berbahagia. Apa yang menjadi harapanku 15 tahun yg lalu hampir terwujud. Dialah sang worship leader yang aku doakan itu. Aku berharap kebersamaan ini, kebahagiaan ini tidak berakhir disini. Selalu ada kebahagiaan setiap bersamanya, dan aku berharap dia merasakan hal yang sama.

Jika selama ini aku menanti-nantikan special gift itu, Tuhan menjawabnya dengan cara yang berbeda, jauh melebihi apa yang kita doakan. Dialah special gift dari Tuhan. Aku mengucap syukur untuk dirinya. Aku mengucap syukur untuk segala momen yang sudah kami lewati maupun yang akan kami lewati. Kiranya Tuhan memberkati hubungan kami berdua, sehingga kami bukan hanya sekedar bersatu, tapi kami sama-sama bisa menjadi berkat bagi orang lain. Melalui kami, biarlah nama Tuhan dimuliakan.
Terakhir kali kami bersama jumat kemarin, kami bersama-sama menghadiri undangan ibadah dari teman kami. Setelah khotbah, kami diminta untuk membuat lingkaran terdiri dari 5 orang dan berdoa sambil bergandengan tangan. Aku berada di sebelahnya. Bagiku pribadi, inilah saatnya mendoakannya. Tapi aku gak tahu mau mendoakan bagaimana, tapi aku tahu Tuhan mengetahui isi hatiku saat itu. Dan aku hanya mendengarkan dia berdoa walau tidak begitu jelas, tapi aku merasakan dia mendoakanku juga, karna ada beberapa kali dia sempat menggenggam tanganku lebih erat. Saat itu yang ada di benakku hanyalah, “Tuhan..seperti inilah yang aku rindukan sejak dulu. Berdoa bersama, beribadah bareng, bernyanyi bersama, saling menopang bersama pasangan hidupku. Indah sekali. Semoga dialah pria yang kutunggu-tunggu itu. Semoga dialah special gift dari Tuhan untuk selama sisa hidupku ini. Amin.

Minggu, 09 September 2012

Wishing and Hoping..

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya..

Perahu kertas mengingatkanku

Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri..

Hidupkan lagi mimpi-mimpi

(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya

Reff:

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku

Cintaku padamu...


* Unforgettable moments..23 Agustus 2012

Minggu, 15 Juli 2012

KEMBALI KE SALATIGA


Tidak pernah terbersit untuk dapat kembali ke Salatiga dalam waktu dekat. Memang ada rencana di tahun ini, tapi nanti di bulan Desember. Kata teman-temanku, tiap tgl 24 Desember jam 04.00 pagi – 06.00, ada ibadah Natal gabungan seluruh gereja di lapangan utama kota Salatiga. Aku sangat penasaran ingin merasakan suasana ibadah Natal subuh. Target awalku tahun ini aku ingin mengunjungi Medan (kembali ke akar), Manado, Singapura, Surabaya dan terakhir Salatiga. Tapi semuanya kini tidak sesuai rencana. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yg memutuskan.

Sekonyong-konyong aku mendapat undangan pernikahan sahabatku Tika di Salatiga pada awal Juli 2012. Sungguh dilematis. Ingin hadir, tapi sepertinya kondisi tidak memungkinkan. Karena pada bulan September sudah ada undangan yang lebih dulu menghampiri, pernikahan temanku di Solo. Bedanya aku akan pergi dengan sahabatku Widie, namun kota yang akan kami singgahi adalah tetap Salatiga.

Akhirnya aku dan Evi memutuskan tidak menghadiri pernikahan Tika. Ditambah lagi pas momen high season (liburan sekolah)yang artinya harga tiketnya akan melambung tinggi baik untuk kereta sekalipun. Kamipun berencana mencari kado untuk dikirimkan. Namun ntah kenapa beraaaattt rasanya hati kami. Bukan karna kami tidak bisa mengirimkannya, tapi ntah kenapa sepertinya kami masih bimbang. Ada suara hati yang meminta kami datang, tapi gimana?

Kami bawa dalam doa, dan Tuhan menjawab dengan memberikan jalan keluar dari sekedar obrolan santai dengan teman di kantor mba Kristy yang tiap minggu pulang pergi Yogya-Jakarta. Dia bercerita tentang kereta bisnis dan ntah bagaimana akhirnya kami sudah memesannya. Kebetulan (yg pasti bukan kebetulan)jika mba kristy punya kenalan orang loket, dan akhirnya kami bisa mendapatkan harga normal yang lumayan murah, hanya 300rb PP. Puji Tuhan, saat tiket sudah ditangan, kami mengabarkan pada Tika yang disambut dengan sukacita. Akhirnya kamipun berangkat kembali ke Salatiga.

Dikarenakan jam tiba kami di Semarang subuh, maka kami tidak dijemput di stasiun. Dan berhubung jam pulang kami juga subuh, maka kami tidak dianter ke stasiun. Tapi kami merasa senang-senang saja, karna ini kesempatan kami untuk berjalan sendiri sambil mengenal lebih dalam kota ini.

Beberapa hari sebelum berangkat, aku sakit demam. Hari kamis aku tidak masuk kerja. Aku berdoa terus dalam hati supaya aku bisa sembuh kembali sebelum berangkat. Hari keberangkatan hari Jumat malam. Sempat terbersit dalam hati untuk membatalkan perjalanan ini. Rasa malas menyergapku dikarenakan rasa sakit ini. Namun, karna tiket tidak dapat kembali, maka terpaksa sedikit aku menjalaninya. Temanku Ariz sempat sms agar aku membatalkan saja kalau masih sakit, takut terjadi apa-apa di jalan. Namun aku tidak bisa mundur lagi. Dan dimulailah perjalanan kami.

Inilah kali pertama kami berangkat dari Stasiun Senen. Kereta kami Senja Utama Semarang, cukup bagus dan cukup bersih. Tempat duduk sofa namun agak tegak. Yang gak tahan itu adalah kipas angin diatas kami, dan jendela yang terbuka. Untunglah kami memakai jaket bertopi, sehingga dapat menutupi kepala kami yang tersapu kipas angin dan angin malam dari luar kereta saat berjalan. Sebenarnya cukup menyenangkan perjalanan dengan kereta bisnis ini, jika kami tiba di stasiun besar seperti Cirebon atau Pekalongan, maka banyak penjual yang masuk ke gerbong kami, ada yang berjual makanan kecil, bahkan sampai Pop Mie dan kopi juga tersedia. Cuma sayangnya jika kami melakukan perjalanan malam, hal-hal tersebut mengganggu tidur kami.

Subuh menjelang, kami tiba di Stasiun Tawang Semarang. Udara dingin menyergap kami yang sedang menunggu angkutan umum ke Salatiga. Perjalanan kami memakan waktu 1,5 jam kurang lebih. Namun pemandangan yang disuguhkan di pagi hari itu sungguhlah memikat, sehingga tidak membuat kami jenuh. Memang jadi rada mengantuk dengan berhembusnya angin sejuk pagi itu, tapi rasa rindu kami mengalahkan ngantuk. Selama di perjalanan, tidak henti-hentinya aku bersyukur, pertama karna kami tiba dengan selamat, kedua karna kami dapat melihat dan menikmati indahnya semesta pagi ini, ketiga karna kami mendapat kesempatan untuk kembali ke kota ini lagi.

Aku melihat orang-orang yg bekerja, dari pasar, semuanya kuperhatikan. Dan hingga akhirnya tibalah kami di Salatiga. Tiba-tiba kerinduan itu membuncah dalam diriku. Aku menghitung-hitung sudah berapa lamakah aku tidak menginjakkan kakiku ditempat ini? Ternyata sudah lebih dari setengah tahun..dan sayangnya komunikasiku juga sempat terhenti dengan mereka selama beberapa bulan. Aku bertanya-tanya, apakah mereka masih sama seperti yang dulu? Apakah keramahan itu masih ada? Dan aku akan mendapatkan jawabannya.

Kami dijemput oleh teman kami Echa di dekat rumahnya, karna kami tidak dapat kamar di hotel, maka kami menginap di rumah Echa. Kukira akan sangat tidak bebas dan kurang enak, ternyata betapa ramah dan baiknya keluarganya pada kami. Ayah, Ibu, dan kakak iparnya sungguh ramah pada kami. Setiba kami dirumahnya, sudah disuguhi kopi untukku, teh untuk Evi dan berbagai macam kue-kue khas kota tersebut. Ada getuk tapi bentuknya bundar putih, kue khu warna merah seperti jambu dan kue mendut, dibungkus daun pisang berisi 2 biji terbuat dari ketan dan diisi kelapa yang berasa gula merah. Sungguh enaknya. Setelah kami cuci muka dan sikat gigi, sudah tersedia nasi dan lauk pauk sederhana, tapi enak sekali. Walau aku tidak biasa makan nasi di pagi hari, tapi tak urung lapar juga.

Selesai sarapan, kecuali mandi karna pestanya masih nanti siang, kami berjalan-jalan ke kota untuk membeli oleh-oleh sekadarnya. Karna waktu yang kami punya hanya pagi ini. Awalnya kami naik mobil kecil ke Toko Sinode. Dari Sinode sungguh pemandangan Gunung Merbabu menakjubkan. Kamipun berjalan kaki ke pusat kota. Sungguh menyenangkan untukku, karna beda sekali suasananya dengan berjalan kaki di Jakarta. Kebetulan Evi memiliki keperluan bertemu saudaranya, maka kamipun mengantarkannya. Namun setiba disana kami malah disuguhi lagi sepiring nasi goreng, dan pada saat pulang kami dibekali roti-roti. Wah, belum mulai sudah makan-makan terus...:)

Selesai belanja oleh-oleh, kami juga tak lupa membeli parsel buah untuk menjenguk ibu dari teman kami yang terbaring sakit sudah lama. Dan kami kembali dengan menaiki delman. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan.

Tiba saatnya kami untuk mandi dan bersiap-siap. Karna teman kami Ariz akan menjemput untuk ke pesta Tika di Ampel, Boyolali. Sungguh suatu kebahagiaan saat bertemu lagi dengan Ariz, dia tidak berubah, namun entah apa yang membuatnya terpaku menatapku, mungkin karna bobotku yang bertambah..hahahaha...

Kamipun berangkat, bersama Wawan dan di tengah jalan kami bertemu Decky. Pesta itu diadakan di halaman rumah Tika yang lumayan besar. Segala macam hidangan tersedia. Ada kambing guling, sate ayam, bistik galantine, soto, es krim dan berbagai macam jus. Dikarenakan aku masih sakit dan makan obat, maka aku tidak berani untuk memakan yang berat-berat. Dan juga dikarenakan sebelumnya baru makan 2x maka belum terasa lapar.

Pesta yang cukup meriah. Awalnya aku ingin menyanyi, tapi aku batuk-batuk terus. Dan adalah satu sukacitaku bertemu kembali dengan eks kepala cabang semarang dan salatiga, Bp Muji dan Bp Agung. Suatu reuni yang menyenangkan. Kami berfoto bersama. Dan hingga pesta usai, kamipun pulanglah.
Tujuan berikutnya, rumah teman kami, Ariz. Ada keraguan dalam suaranya saat kami mengungkapkan keinginan kami untuk menjenguk ibunya. Tapi dia tidak sekalipun menolak, dan aku bersyukur. Perjalanan kerumahnya sungguh suatu pengalaman menakjubkan juga. Ternyata wilayahnya itu masih seperti di gunung gitu, jalannya banyak mendaki dan menurun, samping kiri jurang, samping kanan sawah-sawah atau kebon-kebon. Memang sih masih pedesaan, tapi jika tidak biasa maka tidak akan berani untuk mengendarai mobil lewat situ. Ada hal menarik yang aku baru tahu, rupanya di Salatiga ini jika ada yang meninggal maka dikibarkan bendera hitam, bukan bendera kuning seperti di Jakarta. Kami melewati rumah orang yang berduka.

Kami tiba di sebuah rumah yang memiliki lahan yang luas. Memang disana masih luas-luas lahannya. Langsung saja kami dipertemukan dengan ayahnya, dan setelah mengungkapkan niat kedatangan, kami diantarkan ke kamar ibunya. Sungguh mengejutkan karna aku mengira akan melihat sang Ibu yang ber wajah yang lemas, murung dan tidak bersemangat. Tapi wajah yang kulihat adalah wajah yang bercahaya, bersinar, ceria, penuh semangat dan senyum ceria. Kami mengobrol sebentar, bertanya tentang penyakitnya yang sudah diderita 2 thn. Selama 2 thn dia terbaring di tempat tidur, awalnya semua anggota badannya tidak dapat digerakkan hanya karna suatu hari dia jatuh dan pingsan, lalu di urut setelah itu tidak bisa bergerak. Setelah terapi maka sudah bisa digerakkan lagi semuanya, namun ada kendala lagi karna tiba-tiba matanya hanya melihat remang-remang, dan seorang teman mereka memberikan obat tetes yang terbuat dari air liur lebah. Seketika habis itu matanya panas dan perih. Dan habis itu dia sempat melihat, namun tidak lama dia tidak dapat melihat lagi. Sungguh aku kaget, pantas saja daritadi matanya tidak fokus, aku tidak berani bertanya. Dan lebih mengenaskan adalah bahwa aku baru tahu saat itu. Sungguh begitu banyaknya berita ketinggalan. Karna memang aku sempat putus komunikasi dengan Ariz.

Aku hanya terdiam saat dikatakan dia tidak dapat melihat. Aku teringat alm abangku, yang tidak dapat melihat pada saat-saat terakhirnya. Aku tidak tahu apakah ibu ini terserang karna penyakitnya, atau karna obat tetes itu. Namun kami tetap percaya bahwa mujizat itu masih ada. Aku sangat terharu melihat semangat ibu tersebut untuk sembuh. Namun tetap saja, ada kendala biaya untuk pengobatannya. Sungguh menyedihkan melihat orang yang begitu bersemangat untuk sembuh tapi tidak memiliki dana untuk mengobatinya. Aku sungguh tak tahu mau bicara apa. Yang kulakukan hanyalah untuk menyenangkan ibu itu dan menghiburnya. Hingga dia bercerita pertemuannya dengan suaminya. Dia sangat bahagia. Dia sangat kesepian.

Karna waktu kami sangat sempit, kami terpaksa harus pergi. Dia sempat menahan kami, karna belum puas ngobrol. Duh, seandainya aku memiliki waktu panjang, aku pasti akan masih berlama-lama lagi. Akhir kata, aku mengajaknya untuk berdoa. Dia menangis. Aku berjanji dalam hati, akan kembali lagi. Itu pasti. Sebelum pulang kami dibekali salak pondoh asli baru dicabut dari kebonnya. Sementara itu Ariz diam saja, sibuk dengan BBnya dan rokoknya.

Sepulang dari situ, kami mampir di kedai teman kami Yuly. Aku salut pada temanku ini yang berwiraswasta dibidang kuliner. Ada kwetiau goreng, bakmi goreng, capcay dan nasi goreng. Sebelum makan ariz yang memimpin doa makan. Kami duduk lesehan di teras rumah. Sungguh malam yang menyenangkan, walaupun sederhana tapi aku sangat menikmatinya. Kami mengobrol banyak hal, kebanyakan tentang kantor..hahaha..bagiku malam itu, malam sempurna. Sungguh indahnya kebersamaan. Ini adalah kali kedua aku ke salatiga, ternyata keraguanku sudah terjawab, mereka masih sama, bahkan aku merasa tambah dekat dengan mereka semuanya. Dalam keterbatasan mereka, yang ada ketulusan dalam memberi. Apakah juga karna kulturnya mungkin, tapi yang pasti malam itu aku bersyukur oleh karena aku bekerja di tempatku ini, aku bisa mengenal teman-teman yang luar biasa. I’m so grateful...thank God for them..:)

Tidak lengkap rasanya jika malam itu belum ditutup dengan Wedang Ronde. Dan kamipun pulang dan berpisah dengan Ariz dan teman lainnya malam itu juga. Memang sangat singkat, tapi bukan waktu yang penting namun kebersamaannya. Satu doaku adalah aku tidak igin kehilangan mereka sebagai teman-temanku. Dan aku berharap bisa merasakan lebih banyak lagi kebersamaan dalam waktu-waktu mendatang. Semoga Tuhan memberkati mereka semua. Amin.

Kemesraan ini janganlah cepat berlalu....
Kemesraan ini ingin kukenang selalu
Hatiku damai, jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai, jiwaku tentram bersamamu...


Senin, 14 Mei 2012

SPECIAL FOR YOU


“Tuhan menjadikan segala sesuatunya indah pada waktunya.”
Mungkin ayat yg terkenal ini yang cocok untuk menjadi ayat bulan ini, khususnya bagiku yang merasakan secara langsung penyertaan Tuhan di bulan ini, di tahun ini, di umur yg baru ini.

Sudah lama aku tidak pernah merasakan perayaan ulangtahun diri sendiri. Selama ini aku selalu menghadiri perayaan ulangtahun orang lain. Apa yang dulu menjadi tradisi dalam keluargaku sejak kecil hilang setelah kedua orangtua tersayang “pindah rumah” ke surga. Perayaan yang terakhir adalah merayakan ulangtahun alm abangku di bulan Juli tahun 2008. Dan sekaligus merupakan perayaan ulangtahun yang terakhir baginya.

“Make a wish..” inilah kata-kata wajib yang selalu menyertai tiap momen bersejarah ini. Dan tanpa sadar sudah berkali-kali ulangtahun aku mengucapkan permohonan, doa yang itu-itu aja. Dan lebih parahnya adalah saat setiap hari H nya belum terjawab juga. Setahun make a wish, tp hasilnya tetap sama.

Tiap tahun selalu berharap, selalu sensitif apalagi jika orang yg diharapkan melupakan hari yang bersejarah buatku ini. Alhasil, ulangtahun selalu menjadi momen paling sedih dan sepertinya tidak pernah berujung bahagia.

Sempat aku tidak memperdulikan hari bersejarahku ini.Kupikir aku akan semakin baik-baik saja, tapi ternyata tetap saja tidak ada bedanya. Buntut-buntutnya, hanya menitikkan airmata saat hari akan berakhir, merasakan kepedihan atas doa yang belum terjawab juga.

Sahabatku selalu mengingatkanku,”Count your blessing.” Hitung berkatmu. Jangan hitung kepedihanmu. Dan daripada menyakiti diri sendiri, lebih baik mengucap syukur. Saat itu hati berontak, bagaimana aku bersyukur disaat semuanya mengecewakan? Apakah aku akan berakhir malu seperti ini? 

Namun “suara” itu menghiburku dan menuntunku untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah kulakukan selama bertahun-tahun sebelumnya. Setelah aku bergumul dan memastikan, akhirnya kusampaikan kepada keluarga untuk rencanaku mengadakan ucapan syukur pada hari ulangtahunku. Kebetulan karna jatuh hari sabtu, yang dimana aku yakin menjadi hari yang tepat. Tidak putus-putusnya aku berdoa. Aku tidak meminta undangan banyak-banyak. Yang kubutuhkan ketulusan dari teman-temanku. Maka aku hanya mengundang yang bagiku selama ini sudah memberikan dukungan doa dan semangat. Dan sungguh aku bersyukur, karna saat aku “terpaksa” memilih teman-teman yg akan kuundang, ternyata sungguh sulit sekali karna banyak sekali. Sebenarnya aku ingin mengundang mereka semua, tp karna keterbatasan segalanya, maka aku hanya memilih orang-orang yang aku merasakan kedekatan secara emosional. Dan bagiku mungkin lebih mudah menjaring teman saat kita bahagia daripada saat kedukaan. Jadi aku sangat optimis bahwa semua temanku yang berjumlah 10 orang akan hadir semua.

Ternyata harapan tidak sesuai kenyataan. Beberapa yang aku mengira selama ini dekat, ternyata tidak datang bahkan tidak mengucapkan sama sekali entah apa alasannya. Ternyata walaupun akan berpesta, aku masih harus menangis untuk beberapa kali. Sempat ingin mundur, tapi kakak terkasih menyemangatiku, sahabat-sahabatku juga mengatakan,”Mau berapapun yg hadir, yang penting Tuhan Yesus hadir.” Akhirnya semua dapat terjadi oleh anugrahNya.

Terkadang hal kecil yang terjadi dipandang manusia sebagai suatu penghalang, namun dirobah oleh Tuhan sebagai jalan untuk menggenapi rencanaNya. Apa yang aku alami pada malam itu sungguh-sungguh oleh kebaikanNya. Dari hal terkecil hingga yg besar DIA perhatikan.
Teman yang awalnya batal untuk datang tiba-tiba hadir. Ada 3 orang yang tidak dapat datang, 3 orang pula yang tidak diundang tiba-tiba hadir. Salah satunya teman dekatku dulu saat pelayanan di gereja saat masih kuliah. Kurang lebih 10thn aku tidak pernah bertemu dengannya. Dan ajaibnya saat itu, salah satu teman yang kuundang bertemu dengannya. Dia bertanya kabar tentang diriku dan temanku langsung mengajaknya tentu dengan seizinku. Sungguh mengejutkan, tapi aku bahagia karna akhirnya semua temanku lengkap hadir bersama denganku.

Doa dan harapanku dapat melewatkan hari berbahagia ini bersama orang spesial, tapi ternyata Tuhan memberikanku banyak sekali orang spesial. Maka saat acara ibadah berakhir, aku sampai tidak dapat berkata apa-apa. Sampai malamnyapun aku tidak bisa mengucapkan apa-apa selain,”Terima kasih Tuhan..” berulang-ulang. Sungguh Tuhan sudah menggantikan dukaku dengan sukacita yang berlimpah. Malam itu aku merasa menjadi orang yang paling berbahagia sekali. Rasanya aku ingin waktu berhenti dan tak pernah bergerak. Dan bagiku saat itu adalah saat paling sempurnaku.
Mendengar refleksi temanku terkasih sungguh menguatkan dan menghibur. Yang diambil dari akronim namaku, sungguh sangat unik. Belum lagi saat seharusnya tidak ada acara peniupan lilin, karna kami tidak menyiapkan kue, tapi Tuhan mengirim salah seorang temanku membawa kue. Walau itu adalah bolu gulung, tapi akhirnya menjadi acara tiup lilin yang paling menyenangkan.

Temanku terkasih mengutip dari buku karangan Paulo Coelho, Di tepi sungai piedra aku duduk dan menangis, yang berkata :
“Betapa malangnya orang yang takut mengambil risiko. Mungkin orang ini takkan pernah kecewa; mungkin ia takkan menderita layaknya orang yang mengejar impiannya. Namun ketika orang ini menoleh (dan pada satu titik dalam hidupnya, setiap mnusia pasti akan menoleh kebelakang)ia akan mendengar hatinya berkat,”Apa yang kau lakukan dengan semua mukjizat yang Tuhan berikan dalam hidupmu? Apa yang kau lakukan dengan semua karunia yang Tuhan limpahkan padamu? Ah, betapa malangnya orang-orang yang haus menyadari hal ini. Karena ketika mereka akhirnya percaya pada mukjizat, saat-saat magis dalam hidup mereka telah berlalu.”

Terima kasih Tuhanku, Bapaku, Allahku Yesus..untuk anugrahMu atas teman-teman yang Kau brikan padaku. 35thn bukan sesuatu yang memalukan, karna aku percaya Tuhan selalu berada disisiku menuntun masa depanku yang cerah dan penuh harapan dan damai sejahtera. Terpujilah Engkau. Amin.

Minggu, 08 April 2012

CATATAN PASKAH 2012

Entah ada apa di tahun ini. Akhir-akhir ini aku banyak mengalami perpisahan dengan teman-teman sekantor, dan tragisnya mereka adalah orang-orang yang dekat denganku. Memang tidak semuanya dekat, tapi tetap saja kehilangan.

Sebut saja salah satunya yang paling dekat, Pardamean. Panggilannya sih sebenernya Ian, hanya karna Ian itu nama almarhum abangku, jadi aku berusaha menghindari untuk memanggilnya Ian. Karna nama itu selalu mengingatkanku pada almarhum abangku. Singkatnya aku lebih suka memanggilnya Dame.

Dia ini orangnya pintar, dan pandai bicara. Teringat saat awal dia masuk, dia bisa mengambil hati para wanita dengan mengakui pintar meramal..hahaha..namanya juga cewek, paling suka diramal-ramal. Alhasil, dia memang lebih banyak membuat teman cewek tertarik untuk ngobrol dengannya, termasuk aku. Awal dia meramalku,”Kamu adalah orang yg enak untuk diajak curhat. Sabar mendengarkan dan perhatian.” Kebetulan ada temenku yang lain disitu dan langsung mengiyakan semua ramalannya. Padahal dia belum lama masuk kantor, tapi tebakannya benar.

Suatu hari seisi ruangan sedang rapat. Tinggal aku dan dia. Kebetulan dia duduk agak jauh dari tempatku. Hari itu bad mood melandaku. Ditambah dengan kepala cabang yang suka bikin pusing kepala, alhasil aku jadi marah-marah sampai banting telpon. Rasanya sudah mau nangis saking kesalnya. Sekonyong-konyong Dame mendatangiku dan memberikanku 2 buah Chocolatos sambil berkata,”Sudah. Jangan marah-marah lagi ya kak.” Aku kaget sekali akan perhatiannya sekaligus senang. Dan hari itu aku tidak marah-marah lagi. Besoknya aku ganti beri dia coklat sebagai rasa terima kasihku.

Beberapa waktu berlalu pernah aku baru masuk kantor setelah sakit 2 hari. Sampai di meja kerjaanku menumpuk hingga bingung mana yang mau dikerjakan dahulu. Kebetulan hari itu ruangan kita diperbesar, dan lemari buku kita mau dipindah. Dan untuk itu buku-buku harus dibongkar dulu. Alhasil harus menyusun ulang. Atasan Dame kadang-kadang tanpa mikir langsung aja bicara,”Ayo Desiree sekalian susun buku-bukunya sesuai abjad sama Dame.” Aku yang waktu sedang pusing kerjaan mana yg mau dikerjakan mendengar perintahnya makin panas aja, dan aku hanya sempat menjawab sekenanya saja. Tapi sepertinya dia tidak merasakan aura emosiku. Maklumlah emang mengherankan, kadang orang menganggap aku tuh becanda padahal sedang marah. Dan Dame langsung mendatangiku lagi dan mengusap punggungku,”Sudah kak..sudah..biar aku aja yg susun.” Dan bener dia menyusunnya hingga jam pulang lewat bersama temenku satu lagi.

Dame itu..orang yang lucu juga. Dia memang entertainer. Kalau saja dia bisa lebih pede, dia bisa mengikuti Stand up Comedy. Tapi yang suka bikin gemes adalah kurang pedenya. Ntah kenapa, padahal dia orang berpotensi. Bisa mengajar didepan orang banyak (sayang aku belum sempat melihatnya mengajar)tapi aku tahu dia sanggup, hanya kurang percaya diri.

Kami suka pulang bareng walau tidak tiap hari. Dan lucunya sebenernya kita tuh bareng hanya sampai lampu merah. Habis itu dia naik bus, aku naik mobil jurusan berbeda. Tapi uniknya, tiap kita bareng, perjalanan dari kantor sampai lampu merah kami isi dengan sesi curhat. Walau jarak pendek, tapi cukup melegakan. Terkadang kami mampir makan dulu sekitar situ sebelum berpisah. Tapi itu jarang sekali terjadi, karna dia orang yang sangat irit sekali. Paling baru tahun ini saja dia beberapa kali mau diajak makan bakso, nasi bebek, kita gantian membayar.

Kami pernah terlibat dalam parodi. Entah kenapa waktu itu aku ikut, tapi bagiku momen dari saat latihan hingga hari H adalah momen paling tak terlupakan untukku. Karna saat itu kami berlima yang latihan dan ternyata jika disatukan menjadi kacau. Baik sudah latihan beberapa kali tetap saja berantakan. Tapi akhirnya semua bisa berjalan lancar..:))

Saat yang tidak terlupakan lagi adalah saat gathering kantor. Awalnya sih membetekan, karna aku ditunjuk menjadi koordinatornya tapi wakil koordinator tidak ikut. Kami satu bus. Tapi tidak banyak ngobrol, karna beda tempat duduk. Awal yang buruk. Tapi sesampai di lokasi, ternyata acaranya sangat menarik, permainannya seru-seru dan kebetulan aku mendapat regu yang hancur-hancur dan salah satunya adalah Dame. Kami menjadi satu regu karna undian. Sungguh hari yang paling mengesankan bagiku. Banyak tertawa dan sukaria, walaupun tidak menang.

Banyak lagi cerita-cerita lain, saat kami berantem juga ada. Dia pernah mendiamkan aku kurang lebih ada sebulan. Entah kenapa. Dan sampai sekarang aku tidak pernah tahu kenapa dia pernah mendiamkan/menghindar dariku. Dan dia baru kembali normal lagi sebelum libur Natal. Dia bukanlah orang yang senang kesana kemari, apalagi saat istirahat, dia lebih suka untuk tinggal didepan komputernya, sibuk membaca macam-macam.

Dan akhirnya dia resign juga. Awalnya sih memang aku tahu sebulan yang lalu dan seharusnya berakhir di bulan Maret. Tapi tiba-tiba aku tahu dia ditawari untuk pindah divisi lain. Hingga esoknya dia menelponku pagi-pagi,”Pamit, besok aku resign.” Aku kaget dan gak bisa bicara apa-apa. Karna dia minta aku merahasiakannya maka hanya aku sendiri yang menyiapkan kado perpisahan untuknya. Dia katakan dalam telpon kalau selama ini dia lebih merasa dekat denganku ketimbang yang lain. Singkat cerita aku memberikannya sebuah buku karya Pak Andar Ismail yang terbaru beserta pesan dan tandatangan penulisnya.

Esoknya dia tiba aku langsung berikan kadoku. Dan temanku langsung mengadakan acara perpisahan diruangan kita saja. Karna ini adalah perpisahannya, maka tidak ada yang serius-serius amat. Hampir dari kami semua satu persatu mengungkapkan kesan dan pesan terhadapnya selama ini. Dan akhirnya tibalah saat dia berbicara. Ternyata dia berbicara untuk masing-masing dari kami. Dan saat dia berbicara untukku sungguhlah mengagetkanku.

“Desiree itu...dari dia saya jadi tahu mana makanan yg bergizi.” Spontan semua ketawa. Opening speech yg bagus..:p Lalu lanjutnya dgn mimik serius,”Kak Desiree itu...adalah orang yang penuh cinta. Dia memiliki cinta yang besar dalam hatinya sebesar badannya. Kita beruntung memiliki kak Desiree di sini, klo tidak ada dia, seperti kapal tanpa nahkoda. Terima kasih untuk cintamu selama ini ya kak.” Aku hanya bisa mengangguk. Hanya aku tidak pernah berharap mendengar pidato semacam ini. Selama ada acara perpisahan baru kali ini aku merasakan keharuan. Namun karna aku adalah orang yang gengsi tinggi, maka aku hanya tertawa saja. Dan dia masih menatapku dan seperti masih ingin bicara tapi seakan-akan sulit untuk dia katakan. “Desiree itu...bisa panjang jika bicara tentang kak desiree.” Dan aku langsung jawab,”Ntar aja dilanjutkan diluar saja.” Ntah kenapa aku ingin memberhentikannya, tapi aku melihat dia bisa lama-lama menangis dan aku bisa ikut menangis. Dia itu orang yang sensitif sekali. Walau cuek-cuek tapi perhatian juga.

Habis itu kita tutup dengan makan siang bersama. Suatu kebersamaan yang jarang terjadi. Dan atasan kami juga ikut. Hingga saatnya kita berpisah, karna dia langsung pulang. Semua menyalamnya, namun saat aku yang ingin menyalamnya, dia bilang,”Loe mah gak usah. Kan kita masih ketemu lagi. Kita kan belum putus.”

Karna saking seringnya acara perpisahan, hingga membuatku tuh seharusnya sudah kebal dan tidak terlalu sedih lagi. Sebab kenyataannya aku masih suka bertemu dengan teman-teman yang sudah mendahului berkarya ditempat lain. Tapi entah kenapa untuk Dame semuanya menjadi beda. Barulah saat perjalanan pulang sorenya aku merasakan kehilangan dirinya. Dan apa yang selama ini aku bentengi luluh juga. Memang kita sering seperti ini, saat orang itu masih bersama-sama kita, tidak pernah digubris. Tapi saat orang tersebut sudah pergi, barulah kita merasa kehilangan.

Meminjam kata-kata dari blog seseorang,Tidak ada Pertumbuhan tanpa Perubahan; tidak ada Perubahan tanpa Kehilangan; dan tidak ada Kehilangan tanpa Rasa Sakit.”

Sesuai dengan momen Paskah yang bisa berarti kelahiran baru, kebangkitan baru oleh karna kebangkitan Kristus, maka ada harapan baru, ada kehidupan baru yang terbentang. Memang segala yang sudah berlalu biarlah menjadi kenangan manis, namun didepan masih ada jalan baru dan masa depan yang terbentang yang kita tidak tahu tapi yang pasti penuh damai sejahtera.

Setahun yang lalu saat Paskah 2011, aku menuliskan sebuah doa permohonanku untuk sebuah cinta abadi yang menjelangku sebelum ulangtahunku. Tapi tampaknya Paskah tahun ini aku akan mengulang kembali doa permohonanku, kiranya Tuhan memberkati dan memberikannya di tahun ini apa yang menjadi kerinduan doaku.

Setahun yang lalu, dia memberikanku sebuah puisi sebagai hadiah Ulang Tahunku, puisi buatannya sendiri yang membuatku terharu. Aku sempat katakan bahwa puisi darinya ini akan kupigura dan kusimpan. Sebelum aku share puisinya sebagai penutup Catatan Paskah ini, maka aku akan katakan, “Seandainya dirimu akan membaca tulisan ini, biarlah kau tahu bahwa kamu sudah menjadi temanku/adikku yang paling baik dan kusayang. Selama ini aku juga merasa paling dekat denganmu. Aku akan sangat merindukan nasehat-nasehatmu,”Kak..jangan gini, kak jangan gitu, kan aku kasihtahu karna aku sayang..” terima kasih untuk sayangmu, terima kasih untuk perhatianmu selama ini. Semoga Tuhan memberkati segala usahamu dan menjadikanmu orang yang dapat dibanggakan keluarga dan terutama oleh Tuhan. Karna jika kau berhasil aku akan menjadi salah satu yang paling bangga akan dirimu.”

Because He lives I can face tomorrow, because He lives all fear is gone. Because I know He holds the future. And live is worth the living just because He lives. Happy Easter everyone.

Kiranya suatu hari nanti ada seorang prianya Kristus yang mengatakan ini kepadamu :

 Buah Janji Tuhan
Yang menjadi kenyataan.
Anak dari malam-malam
Ketika jiwaku larut dalam doa
Ketika hatiku luluh dalam penantian.
Ketika segenap raga dan indra
Teguh, kudus, menanti.

Di saat seperti ini, pada waktu yang lampau
Kau terlahir ke dunia
Indah, sempurna, istimewa
Malaikat yang disediakan
Bagi jiwa yang rapuh sepertiku

Cinta yang dari Tuhan.
Semangatku. Luap gairahku.
Hari ini kau terlahir kembali di hatiku.
Apakah hadiah yang layak dan pantas bagi dewi yang sepertimu?
Tanyaku tak percaya saat ini, ” Kaukah Kekasihku?”
Betapa baiknya karunia Sang Maha Cinta bagiku.

Damai sejahtera atasmu, Kekasih. Damai sejahtera atasmu.

Selamat Ulang Tahun, Sahabat.Selamat Ulang Tahun.
Semoga bertambah-tambah dalam setiap kebaikan!