Senin, 13 Februari 2012

PRA - VALENTINE..


       Minggu lalu aku dan teman-teman bertamasya ke Lembang dan Bandung. Walaupun kami hanya memiliki waktu satu malam dua hari, tapi kami tetap semangat untuk bisa menjalani semua tempat wisata yang sudah disepakati. Dari Tangkuban Parahu, Air Terjun Maribaya, De Ranch, dan berkuliner ria di Tahu Susu Lembang, Ayam Bakar Brebes dan terakhir Surabi Bandung dekat kampus Enhaii. Banyak tempat yang gagal untuk dijalani karena terbatas waktu.
      Sebenernya ini hanya bermula dari omong-omong gak jelas, simpang siur dan asal-asalan. Tapi akhirnya kami menetapkan awal bulan Februari tepat untuk melakukan jalan-jalan. Kami menghitung budget, berapa yang harus kami siapkan masing-masing. Jadwal disusun dan dimatangkan. Awalnya banyak kendala, kami tidak dapat hotel murah, padahal kami ingin hotel murah, bersih, nyaman. Memang untuk daerah Jawa Barat akomodasi hotel dan lain-lain itu jauh lebih mahal ketimbang daerah Jawa Tengah. Tapi puji Tuhan, akhirnya kami mendapatkan referensi hotel murah (lebih tepatnya sih ternyata home stay) murah untuk kami patungan, dan bersih. Tempatnya berada diantara persimpangan jalan ke Cihampelas dan Lembang. Sudah kelar semuanya ternyata ada kendala menghadang. Tiba-tiba salah satu temanku ingin diundur, karna memang cuaca akhir Januari saat itu buruk, hujan tiap hari disertai angin. Bahkan dikabarkan dari badan meteorologi bahwa akan terjadi badai matahari, dan puncaknya yaitu tanggal 2-3 februari atau tepatnya saat kami berencana pergi. Sungguh menyebalkan! Entah mau sebal dengan siapa, temanku, badan meteorologi atau cuaca? Yang pasti saat itu aku tidak mau ditunda lagi, dan untungnya teman-temanku yg lain juga gak mau ditunda. Akhirnya kami putuskan tetap pergi, walau hati sempat risau. Yang ditakutkan adalah “Gimana ntar klo disana hujan? Apakah udara akan cerah?” Ada kebimbangan dan keraguan walau sedikit. Tapi memang mungkin terkesan agak religius, bahwa aku percaya bahwa kalau kita kompak berdoa, maka semuanya akan menjadi indah dan lancar.
      
      Tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Paginya sih lumayan cerah, eh dari siang hujan turun derasnya minta ampun. Akhirnya kami sempat menunggu reda dulu baru jalan. Dan sore itu walau masih gerimis, kamipun jalan, dan ditengah jalan tol hujan kembali turun. Sungguh mulai menciut hatiku, tapi doa tetap kulantunkan dengan percaya. Dalam hatiku membujuk,”Tidak apa hujan malam ini, tapi besok seharian cerah ya Tuhan..”
      Kami tiba di hotel, malam sudah larut. Namun tampak jelas bahwa Bandung dan sekitarnya juga baru diguyur hujan. Doa khususku malam itu adalah untuk esok harinya. Ntah apa yang akan aku lakukan seandainya besok sampai hujan juga. Dan Tuhan mendengar doaku...:))
      
         Esok pagi aku terbangun jam 05.00 pagi oleh suara burung-burung yang berkicau di sekitar hotel. Aku mandi, dan menyapa pagi sambil duduk di teras kamar sambil menikmati cerahnya udara. Dan aku hanya dapat mengucap syukur bahwa Tuhan sudah memberikan cuaca yang jauh berbeda dengan semalam. Akhirnya seharian itu kami dapat menikmati tamasya kami dengan bahagia hingga kami pulang. Memang aku melihat, jika semua sudah rencanaNya, kebahagiaan yang kita dapatkan akan sempurna. Perasaan yang aku rasakan saat kemarin kami jalan-jalan, sama dengan saat aku ke Salatiga tahun lalu. Dimana segala sesuatu menjadi mulus, lancar, semuanya sampai hal-hal paling sepele diperhatikanNya, dijagaiNya, dan dipenuhiNya. Amazing.
      Begitulah. Dan biasanya kita baru bisa mengerti kehendakNya setelah lewat atau beberapa lama kemudian. Seperti rencana kami ini, nyaris diundur minggu depannya, dan ternyata kami baru mengerti jika kami undur, banyak halangan diantara kami, dan kami yakin tidak akan berhasil. Dan memang jika sudah menjadi rencanaNya, maka apapun tidak ada yang merintangi. Kalau DIA sudah bilang JADI, maka JADILAH dan sebaliknya.
      
     Berikut aku tambahkan, baru beberapa hari yang lalu, aku dan temanku berencana untuk wisata ke Singapura bulan Mei ini, dikarenakan bertepatan dengan ulangtahunku. Sekali-kali aku ingin merayakan ditempat yang berbeda. Tiket sudah diintip dan tinggal di booking. Namun pada saat hari pemesanan, temanku menunda dengan terpaksa, karna dia harus training dan ada perjanjian bahwa dia tidak dapat mengambil cuti hingga akhir Mei. Luar biasa, bagaimana bisa rencana yang sudah diramu tahun lalu dan sudah kuduga dan yakin bakal berhasil/kesampaian bulan Mei ini, ternyata harus gagal juga untuk kedua kalinya. Salah seorang temanku hanya bisa mengatakan, “Belum waktunya.” Memang benar yang namanya rencana Tuhan itu tidak bisa diprediksi dan diatur. Bahkan disaat semua sudah dirasa pas dan pasti, walau tidak mengerti untuk saat ini kenapa ditunda, tapi pasti ada hal dibalik semua ini.
      
       Sama lagi dengan hal ketiga, Blackberry. Sudah lama aku berniat membelinya, namun karna kurang bijak maka dana untuk membelinya hilang sudah. Dan sampai akhirnya aku terdorong lagi untuk membelinya, kebetulan ada yang menawariku, second sih, tapi masih bagus. Bagiku gak masalah, apalagi lewat teman lebih enak. Aku sih percaya saja. Bayangkan harga jauh lebih murah, aku hanya ingin bisa BBM saja. Namun dalam kepastian sudah tinggal tunggu barang dikasih, tiba-tiba batal. Lalu ada lagi yang menawarkan, dan aku yakin banget kalau kali ini akan berhasil. Tapi entah kenapa, kali ini orang yang ingin menjualnya selalu menunda. Ada saja alasannya. Dan akhirnya setelah lebih dari seminggu aku menunggu dan menunggu, jemulah dan aku jadi berpikir lagi,”Apakah aku benar-benar memerlukan Bebe??” Dan ntah karna sudah jemu, capek, kesal, hatiku mulai tidak tentram dan tahulah aku bahwa belum saatnya aku memiliki Bebe. Ini adalah contoh ketiga yang membuatku semakin mengenalNya. Sebenernya kita manusia, bisa saja tetap memaksa melakukannya. Karna temanku itu sempat memintaku untuk membawa saat itu juga. Hanya aku tahu dia berkata begitu karna dia merasa gak enak, dan basa basi. Sebenernya dia masih tidak rela untuk menjualnya dan berharap aku menolaknya. Sebagian temanku menyuruh,”Ambil saja. Nanti menyesal.” Tapi semakin disuruh begitu, aku makin galau dan akhirnya aku memutuskan tidak mengambilnya. Setelah itu hatiku tenang.
      
       Demikian juga untuk malam Valentine ini. Berapa kali Valentine aku rasakan hambar? Entah kenapa aku tidak pernah bisa merasakan Valentine seperti yang orang lain rasakan atau lakukan. Dan walaupun jujur, di malam Valentine tahun ini aku masih berdoa dan berharap, agar ada hal yang spesial untuk kunikmati di hari Valentine ini. Mungkin lebih diperjelas, spesial dalam arti kata dengan teman lawan jenis pastinya. Tidak usah muluk-muluk, hanya ada seseorang pria spesial yang mungkin sudah dekat selama ini lalu tiba-tiba mengajak dating/jalan. Atau adanya secret admirer yang mengirimkan sesuatu untukku. Tapi ah, rasanya drama Korea banget. Cukup ada seorang teman pria dekat yang mengajakku makan malam bareng diluar saja sudah membuatku untuk merasa spesial...:))
       
       Tapi kembali lagi menilik cerita awalku. Bahwa jika memang sudah kehendakNya, segala sesuatu akan menjadi ceria, menyenangkan dan yang pastinya kebahagiaan kita menjadi sempurna. Dan banyak hal yang Tuhan justru siapkan yang mungkin tidak pernah terpikirkan sekalipun. Dan aku menanti saat itu. Aku ingin merasakan kebahagiaan sempurna seperti aku merasakannya saat jalan-jalan ke Salatiga dan Lembang. Aku ingin rencana Tuhan yang sempurna. Aku tidak ingin memaksakan kehendakku, agar segalanya sempurna. DIA mengetahui yang terbaik dan akan memberikan yang terbaik. Aku berharap esok, tapi jika DIA menyiapkannya bukan besok, aku tidak bisa bilang apa-apa.
      
      Dan kini untuk ke sekian kalinya aku berdoa dan berharap keajaiban Valentine itu terjadi padaku dan pada pria itu. Namun apa yang kurasakan saat ini berbeda dengan apa yang kurasakan tahun-tahun sebelumnya. Percaya dan berserah mengikuti jalanNya, mengikuti skenarioNya. Seperti temanku pernah bilang, sebenarnya cerita cinta kita jauh lebih indah dari cerita drama Korea atau Jepang. Karna cerita cinta kita bukan dikendalikan sutradara fana, tapi sang sutradara kehidupan abadi. Dan tidak ada yang berujung sedih. Semua akan menjadi Happy Ending. Demikian juga ceritaku dan ceritamu.
 
Happy Valentine’s Day.

Rabu, 04 Januari 2012

MATI RASA


Selamat Tahun Baru 2012!! Tidak terasa sudah memasuki tahun Naga Air untuk tahun ini. Dan liburanpun sudah usai. Aku rasa sepertinya hanya akulah yang mendapat kesan liburan yang kurang menyenangkan tahun ini. Sebenarnya dibilang tidak menyenangkan sih tidak, tapi dibilang menyenangkan juga tidak. Jadi, baru kali ini aku merasakan perasaanku datar-datar aja. What a strange feeling. Gak ada tuh yang kangen sama kantor, atau sama teman-teman. Kalo ingin mengutip lagu dari Linkin Park, I feel Numb!!

Mungkinkah perasaan ini dikarenakan saat semua teman-teman dekatku harus pulang kampung, dan tinggalah aku sendiri?

Atau mungkinkah karna di liburan kali ini aku baru berpisah dari orang yang selama ini menyemangatiku dan menceriakanku?

Mungkinkah perasaan ini karena tahun 2011 tidak menjadi tahun yang aku harapkn untuk mewujudkan impianku?
Sungguh aku tak mengerti apa maksud Tuhan atas semua ini. Let’s check it out what I have done for this vacation..:

  • ·         Tgl 23 Desember aku sudah menghilangkan diri dari kantor. Padahal biasanya seperti tahun lalu, aku selalu antusias dengan hari terakhir sebelum libur, karna saatnya tuker kado, acara Natalan dengan teman-teman kantor. Tapi tahun ini jujur, aku tidak memiliki perasaan Natal di kantor. Baik dari awal Desember hingga menjelangnya. Aku gak tahu apakah karna tergantung tim ibadahnya. Yang pasti tahun ini menurutku, ibadah Natal yang diadakan hanya karna formalitas saja. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sudah memiliki gaung-gaung dan nuansa Natal jauh-jauh hari. Bahkan untuk di toko saja aku kurang merasakannya. Aku merasa tahun ini Natal tidak diperhatikan layaknya Ulang Tahun. Aku melihat ternyata dinginnya manusia dikantor ini melebihi kantor umum lainnya. Entah apakah itu hanya perasaanku saja, yang pasti aku sudah tidak menikmatinya. Malah tadinya aku sudah tidak hadir dari tgl 22 Desember, tapi karna masih ada tugas yang harus kuselesaikan (yang tidak kunjung habis) maka terpaksa aku menahan diri. Namun saat aku melihat foto-foto yang di upload sorenya, sempat terbersit penyesalan sedikit karena tidak hadir hari itu. Tapi sudahlah, who cares?? Banyak juga toh yang tidak hadir dan tenang-tenang saja, kenapa harus aku yang merasa menyesal? Hahahaha..
  • ·         Tgl 24 Desember adalah malam Natal. Malam yang ditunggu-tunggu oleh umat Nasrani sedunia, baik itu yang rajin ke gereja atau tidak. Dan sebenernya bagiku malam Natal ini adalah malam bersejarah dan malam impian dan harapanku. Bertahun-tahun aku selalu berharap malam Natal akan aku lewati dengan menghadiri ibadah bersama dengan orang-orang terkasih dan terutama dengan pasangan hidupku. Tapi apa dikata, bertahun-tahun aku berdoa, bertahun-tahun aku pupus juga. Tahun ini jangankan dengan pria yang kucinta, keluargapun tidak. Karna mereka masuk kerja dan tidak berkeinginan untuk menghadiri malam Natal. Dan awalnya aku juga tidak berencana. Siangnya aku masih jalan-jalan di mall, menikmati suasana Natal yang ditawarkan di tiap mall. Aku tetap menyiapkan makanan kecil berjaga-jaga jika ada tamu yang datang (dan yang kenyataannya tidak ada yang datang, akhirnya kami yang harus menghabiskan semua makanan..hehehe) Namun saat aku berjalan-jalan tiba-tiba ada keinginan untuk hadir di ibadah malam Natal, walaupun harus sendiri. Aku ingin berdoa lagi malam ini. Et voila! Akhirnya aku menghadirinya. Aku tiba di gereja masa kecilku yang megah, dan mendapat tempat terbaik di tribun atas yang pandanganku lurus ke mimbar dan aku bisa menikmati indahnya dekorasi Natal di panggung, terutama pohon Natalnya yang berkilau-kilau. Oiya, tahun ini kami juga tidak memasang pohon Natal, karena pohon cemara kami sudah terlalu besar dan gersang. Memang biasanya kami memasang pohon cemara asli di teras rumah, dan kami nyalakan 24 jam, sehingga tiap orang yang lewat melihat dan tahu jika kami orang Kristen yang sedang merayakn Natal, dan mereka akan memuji kecantikan pohon kami. Tapi sayangnya, sama sekali tidak ada yang menikmati indahnya pohon Natal kecuali orang-orang yang lewat. Karna tidak ada yang pernah datang ke rumah ini. Walaupun itu keluargaku yang lain..what a pity. Malam Natal berlangsung cukup hikmat, dan aku cukup terharu dan bersyukur. Saat lilin dinyalakan untuk menyanyikan Malam Kudus, saat itulah aku berdoa dan berharap untuk impian yang tak kunjung datang. Namun sayang karna aku berdiri tidak jauh dari kipas angin, maka lilinku timbul tenggelam nyalanya, mungkin tidak jauh beda dengan hidupku saat itu.
  • ·         Tgl 25 Desember saatnya bangun siang. Dari semalam aku memang tidak mengucapkan selamat natal terlebih dahulu pada temen-temen, karna aku juga tidak berharap lebih. Namun puji Tuhan, semua teman-teman bahkan banyak dari orang-orang yang tidak aku duga mengirimkan ucapannya melalui SMS atau menulis di wall di Facebook. Tidak ada yang spesial sekali hari itu, kecuali berkumpulnya kami di rumah mertua abangku nomer tiga. Memang sudah tradisi dari tahun ke tahun, kami selalu bernatalan kerumah Oma dan Opa ini. Biasanya kami bertiga akan keliling mengunjungi saudara-saudaraku, inanguda, nantulang dan lain-lainnya (adik mama) tapi tahun ini tidak kami lakukan, karna satu hal, MALAS. Bahkan kerumah keluarga abangku almarhum juga tidak, kerumah abangku nomer dua apalagi. Cukup bagi kami untuk bersilaturahmi terus, namun mereka tidak pernah mengingat kami untuk mengunjungi apalagi. Maka kami putuskan tahun ini tahun vakum mengunjungi saudara. Aku sangat bersyukur untuk keluarga mertua bang hotman ini. Om Paul walaupun bukan keluarga berada, tapi aku juga sudah merasakan kedekatan layaknya mereka orang tuaku. Mereka tidak pernah memberikan barang-barang berharga, tapi mereka memberikan cinta kasih. Apapun yang aku terima dari mereka, walaupun dipandang orang lain tidak ada artinya, tapi aku memandang pemberian merekalah yang sangat berarti untukku. Sungguh aku suka mengiri pada kakak iparku Linda yang memiliki orangtua yang begitu mengasihi anaknya demikian rupa. Seandainya orang tuaku masih ada, aku yakin tidak akan se-jealous ini. Seperti biasa kami pasti tukeran kado. Kado kami bukanlah barang mahal, tapi bentuk cinta kasih kami, apapun yang kami ingin berikan, jika kami mampu kami akan berikan sesuai keinginan orang yang dimaksud. Tapi kami lebih menitikberatkan pada pedoman,”Yang penting bisa disobek-sobek.” Hahahaha..namun sebelum acara tersebut, kami yang pasti makan-makan dulu. Tahun ini keponakanku yang satu itu, Ririn memasak Ayam Lada Hitam. Mungkin aku tante yang brengsek, kenapa aku hanya merasakan Ririn itu keponakanku? Yang lainnya (anak abangku alm dan abang satu lagi), aku tidak merasakan ikatan emosional. Dan yang menakjubkan dari anak ini, dia selalu ingin memberikan kejutan buat kami masing-masing, walau bagi kami terkadang apa yang dia berikan sebenarnya biasa-biasa saja, tapi aku tahu karna ketulusan hatinya aku merasakannya menjadi spesial. I really really love her...:))
  • ·         Tgl 26 Desember adalah saat dimana liburan dimulai (seharusnya)aku bertemu dengannya lagi. Tidak ada yang spesial di hari ini, bahkan pertemuan kami terkesan rada hambar dan nyaris membosankan. Namun kini jika aku mengingat pertemuan hari itu, aku bersyukur kepada Tuhan karna aku bisa memiliki waktu berharga bersamanya yang tidak akan pernah aku rasakan lagi.
  • ·         Tgl 27 Desember aku melewati seperti biasa, bangun siang, bersih-bersih rumah, lalu berleha-leha, browsing internet, makan, nonton. Apa saja yang aku suka, kulakukan. Dan saat itu aku merindukannya...:((
  • ·         Tgl 28 Desember aku bertemu kembali dengannya, berniat untuk terakhir kalinya menikmati senja bersama, melakukan segala hal bersama. Karna kami tahu walaupun kami ingin, dan saling mengasihi, kami tidak akan dapat bersatu. Perbedaan umur yang sangat jauh membuat kami berpikir untuk tidak bertindak lebih bodoh lagi untuk kedepan. Malam itu menjadi malam yang membawa perubahan bagi diriku pribadi. Aku tahu tahun 2012 tidak akan memiliki kebersamaan seperti ini bersamanya lagi. Sejak malam itu, aku hanya diam dan berusaha menyimpan segalanya. Walaupun kakak iparku suka memancingku, tapi aku hanya terdiam saja. Aku tidak ingin membicarakannya dengan siapapun. Cukuplah di blog ini saja dan hanya Tuhan yang tahu. Mungkin karna aku sudah terlalu sering untuk kecewa, maka perasaanku datar-datar saja. I feel numb!
  • ·         Tgl 29 Desember seharusnya adalah waktuku berjalan-jalan dengan temanku kebetulan ke tempat yang sama. Awalnya aku bersemangat, namun karna aku baru dari tempat yang sama kemarinnya, aku merasa enggan untuk menginjakkan kembali kakiku disana. Aku tak sanggup untuk kembali. Terlalu banyak kenanganku dengannya disana. Akhirnya aku melepaskan kebahagiaan yang seharusnya mengisi liburanku, tapi aku tidak peduli. Aku tidak peduli lagi dengan apapun.
  • ·         Tgl 30 Desember aku hanya dirumah. Hujan terus menerus turun hampir tiap hari, anehnya kecuali tanggal 28 Desember. Padahal hari sebelumnya hujan turun hingga malam, dan dia sempat kuatir jika kita tidak akan bisa menikmati senja. Namun aku merasakan bahwa seluruh alam semesta bersatu untuk memberikan sore yang cerah dan indah bagi kami. Aku sangat bersyukur, karna esoknya hujan turun terus.
  • ·         Tgl 31 Desember malam Tahun Baru. Aku sakit. Ntah karna baru merasa kecapekan selama ini pulang malam hampir tiap hari, atau staminaku sedang menurun, atau karna hatiku yang sedang sedih. Yang pasti malam itu aku demam. Tidak dapat merasakan keceriaan malam tahun baru. Aku tinggal dirumah, sendiri dan aku merasa datar-datar saja. I feel numb!! Aku tidak berdoa khusyuk seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin karna aku mulai menyadari semakin aku mengharapkan, semakin aku tidak mendapatkan.
  • ·         Tgl 01 Januari tetap dirumah, sakit dan merana. Namun aku bersyukur untuk kakak iparku tersayang yang merawatku dengan kasih sayangnya. Sungguh aku sangat menghargainya, walaupun aku tahu bahwa hatiku kosong, dan mungkin hal inilah yang menyebabkan aku belum sembuh sampai saat ini. Saat periksa dokter, tensiku 150/80. Dan aku merasakan sakit dileherku yang diketahui ternyata saat itulah tensiku sedang tinggi. Aku berusaha relax. Kakakku juga berusaha membuatku senyaman mungkin, berusaha menyenangkanku. Mereka berdua memang adalah harta paling berharga untukku.
  • ·         Tgl 02 Januari lagi-lagi aku harus sendirian dirumah. Aku merasa serba salah, tidak bisa kemana-mana karna masih sakit. Aku bosan, kesepian, sedih, bingung, semua kumpul jadi satu. Saat itu aku sangat merindukan dia, tapi aku tahu tidak akan mungkin untuk bisa menemuinya. Dan akhirnya aku hanya menghabiskan waktu menonton film lawas Little House on the Praire sambil menunggu mereka pulang dari jalan-jalan.
  • ·         Tgl 03 Januari aku terpaksa tidak masuk kantor. Dokter memberikan izin untuk istirahat selama 2 hari. Aku bersyukur untuk ini, karna jujur aku tidak siap, belum siap untuk bertemu semuanya lagi. Aku masih muak dan aku tidak peduli apapun tanggapan mereka terhadapku. Aku senang masih bisa terlepas dari mereka semuanya. Hanya satu orang yang membuatku rindu untuk menemuinya, melihat wajahnya. Aku berharap diapun merindukanku. Namun sorenya terjadi hal yang tidak aku sangka. Aku emosi, aku marah, aku kesal. Teman-temanku yang biasa makan bersama, jalan bersama, tiba-tiba bercerita bahwa mereka baru saja pesta duren dekat rumahku, tanpa memberitahuku. Konyol memang, mungkin sedikit lucu, tapi sungguh mengesalkan. Dan ini yang membuatku semakin tidak berhasrat untuk bertemu dengan teman-temanku. Aku tak menyangka mereka melupakanku seperti ini. Jika mereka mengadakannya jauh dari rumahku mungkin aku bisa mengerti, tapi dekat rumahku? Dan mereka tahu aku doyan dan mereka tahu aku tinggal disitu. Gak tahu apa yang harus kuperbuat dan apa yang harus aku katakan saat bertemu mereka besok. Kali ini aku baru merasakan kesedihan yang meluap. Selama ini aku tidak pernah melupakan mereka. Saat kami ingin melakukan sesuatu, jika ada satu orang yang tidak ada kami mengurungkannya. Namun mengapa saat sekarang aku tidak ada mereka tidak merasa kehilanganku? Mungkin letak semua masalah adalah karna mereka melakukannya di dekat rumahku, dekat rumahku. Ku tidak akan lupa, dan aku tidak peduli lagi. Beginikah balasan dari ketulusanku kepada teman-temanku?
  • ·         Tgl 4 Januari yaitu hari ini. Semalam aku tidak bisa tidur sama sekali hingga jam 02.35. Aku sangat-sangat merasa gelisah. Tidak tahu kenapa. Mungkin karna aku tahu besok aku akan masuk kembali, menghadapi kenyataan kembali. Aku tidak bisa lari dari semua ini, namun aku tidak berhasrat untuk menghadapinya. Tidak ada kegembiraan. Sekali lagi I feel Numb!
Mungkin bagiku pribadi, tahun ini adalah liburan terburukku. Tapi aku selalu percaya, berusaha percaya bahwa selalu ada alasan untuk setiap yang terjadi. Namun hingga kini aku tidak mengerti apa yang dimaksudNya? Tidak cukup bosankah DIA melihat airmataku yang tumpah bagiku sekarang sepertinya sia-sia karna ternyata tidak ada artinya. Entahlah, yang pasti I feel Numb!

Kamis, 29 Desember 2011

BROKEN VOW...FINALLY!!


Apa yang aku tulis menjelang akhir tahun selalu saja menyedihkan, ntah kenapa? Ada yang bilang,“Itu karna kamu yg memilih jalan itu..”atau ada yg bilang,”Itu kan kesalahanmu sendiri..” Intinya seperti kata mutiara yang sering kita dengar, “Kita tidak akan pernah bisa mengerti dan merasakan jika kita belum mengalaminya sendiri.” Tapi apapun kata orang, aku tak peduli. Yang punya hati adalah diriku sendiri, yg mengalaminya aku sendiri.Walau aku tahu mereka berniat baik,dan aku tak dapat menjelaskan secara detail apa yang aku rasa, tapi biarlah seperti itu.
      Seperti judul diatas, ada kata Finally!! Akhirnya!! Sebagai suatu pernyataan yang ntah melegakan atau menyengsarakan, tapi memang inilah sebagai suatu kenyataan yang harus dijalani. Disaat banyak orang justru berbahagia dan bersenang-senang menjelang akhir tahun ini, namun aku justru terpuruk dalam kesedihan (sudah biasaaa...*pikiranku berkata*)padahal aku ingin bisa merasakan kebahagiaan sperti orang-orang lain.
      Diiringi lagu Broken Vow-nya Lara Fabian,dengan suasana turun hujan dirumahku, sendirian dirumah aku menulis catatan hati ini. Entah mulai darimana? *Help..help...daripada aku bingung bercerita untuk kalian yg membacanya, sebaiknya aku menulis untuk dirinya..*wish you can hear me*

Dearest yang ada disana (*maaf tak bisa menyebut nama)

Kamu tahu kan klo ceritamu akan muncul di blogku juga? Tadinya aku enggan menuliskannya, tapi sejak semalam aku memutuskan untuk mengabadikannya dalam blog ini. Ntah suatu hari nanti atau kapan kamu akan membacanya.

Kita seharusnya sudah berpisah sebulan yang lalu,bukan? Tapi kita tidak bisa membendung kerinduan sehingga kita harus bersama lagi. Dan hingga terakhir kita awalnya sepakat kembali untuk berpisah seminggu yang lalu sebelum Natal. Tapi perpisahan saat itu kita lalui dengan kebencian dan dendam dalam hatiku. Bukan perpisahan yang indah..*emg mana ada perpisahan yg indah ya? :p

Dan akhirnya kita bertemu lagi setelah Natal.Selalu ada pertentangan bathin jika akan bertemu denganmu. Maju mundur, senang sedih semua jadi satu. Dan betapa menggelikannya kita saat kita memakai kaos berwarna sama, oranye..:)))

Setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu, tapi seakan kita selalu sehati dalam menentukan warna baju. Tahukah pertemuan malam itu bagiku agak konyol. Kita sudah seperti Oma Opa saja, hanya duduk sambil mengopi dan mendengarkan musik dari Blackberrymu. Jujur aku merasa canggung dan bingung mau bicara apa, aku hanya mendengarkanmu dan mendengarkan cerita-ceritamu. Oya sore itu hujan baru reda, sehingga membuat segalanya sangat mendukung. Selama 3 jam kita hanya duduk, mendengarkan musik, dengan sesekali mengobrol. Aku sangat menikmatinya. Walau aku merasakan pertemuan kita tidak seperti yang aku harapkan, tidak sedikitpun kamu berniat menyentuhku. Menggenggam tangankupun tidak. Aku merasa Dekat tapi Jauh, Bahagia tp Sedih. Tapi sepertinya saat itu kamu seperti tidak sadar dan tidak merasakan perbedaan ini. Waktu aku pulang, aku baru merasakan kesedihan. Aku bertemu denganmu tapi aku tidak merasakannya, seakan-akan aku bertemu dengan bayanganmu saja.

Dan mungkinkah karna pertemuan ini membuatku untuk mengulang sejarah kita? Sebulan yang lalu, aku menyaksikan senja yang perlahan turun di tepi pantai bersamamu. Dan aku ingin menikmatinya lagi. Tapi hatiku mengisyaratkan bahwa ini akan menjadi terakhir kalinya kita bersama. Dan aku ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kebahagiaan, kenangan dan aku berdandan sebaik mungkin. Dan kembali hal menggelikan terjadi, kita kembali bertemu dengan baju yang sama warna, merah..*hal inilah yang akan selalu membuatku tertawa mengenangmu.

Lalu kita makan bersama. Eh, sebenarnya sih itu makananmu, tapi karna kamu menyuapi daging rendang itu sedikit sehingga membuatku ingin merasakan lebih banyak..hahahahaha...dan akhirnya kamulah yang menyuapiku makan dengan tanganmu sendiri. Aku sangat sukaaa...selama ini aku hanya pernah disuapi dengan sendok, belum pernah dengan tangan..:D :D
Selesai makan, kita menikmati lagu, kamu tidur dipangkuanku, dan aku memandang ke lautan lepas, bertanya kepada langit, kepada laut dan kepada Tuhan pastinya. Selama kamu bercerita, aku bertanya kepadaNya, “Adakah kebahagiaan saat ini akan menjadi milikku? Sepertinya tidak..” saat aku menunduk aku merasa sedih melihat wajahmu yg sedang menatapku dan berusaha membaca pikiranku. Hal yang paling aku suka saat itu adalah mengusap rambutmu sambil menikmati angin sore itu yang cukup kencang berhembus.

Akhirnya senjapun tiba, tapi ternyata tidak sesempurna bulan lalu. Dan kitapun menyanyikan lagu-lagu kita. Tanpa peduli orang sekitar, kita asyik bernyanyi dan bergoyang. "Semilir bertiup angin ditepi pantai, daun-daun berdansa dan nyiur melambai, Aduh senang bunga berkembang asri.." Vakansi by White Shoes&the couples. It was fun, honey! Really.

Dan tibalah saat perpisahan itu. Akhirnya kita membicarakannya. Dan apa yang aku alami selama ini denganmu, sikapmu selama ini baru kumengerti semalam. Selama ini aku jahat, aku sempat mendoakanmu yang tidak-tidak. Karna aku terlalu membencimu. Namun aku baru mengerti sekarang. Apa yang kau katakan semalam disaksikan langit dan bumi, laut dan isinya, angin menyiarkan kata-katamu hingga ke surga. Sehingga jika kau tulus, malaikat surga akan senantiasa menyertaimu dan menaungimu dengan sayapnya dan menghiburmu.Dan jika sebaliknya...., aku tak ingin melanjutkan, biar kau mengerti sendiri.

Kamu minta aku merasakannya.Aku merasakannya..tapi aku terlalu takut untuk mengakuinya. Terima kasih untuk rasa sayangmu. Terima kasih bahwa ternyata aku tidak pernah merindu sendiri selama ini. Terima kasih untuk merasa bahagia saat bersamaku. Jika saja semua mungkin, aku ingin bersamamu selamanya. Tapi yang kamu sampaikan semalam benar semua. Aku tidak mungkin mengharapkan kamu walaupun kita mau. Cukuplah sayang ini sampai disini. Lebih baik kamu pilih dia menjadi kekasihmu.Aku teringat cinta masa lalu, saat perpisahan pria masa laluku berkata padaku,”Aku sayaanng banget sama kamu..” dan diapun pergi meninggalkanku yang hanya terdiam, gengsi untuk mengatakan bahwa aku menyayanginya juga. Tapi ternyata sayang dalam dirinya beda,karna dia sayang maka dia meninggalkanku, dan kali ini aku harus mendengarkan kata-kata itu lagi dari mulutmu. Mungkinkah sekarang yang namanya sayang itu artinya meninggalkan? Entahlah..

Seperti lirik lagu diatas, finally..”I’ll let you go, I’ll let you fly..” Pergilah kemana kau mau, terbanglah kemana kau mau..aku sudah melepaskanmu.

Terima kasih untuk kebersamaan kita, untuk kebahagiaan kita walau untuk sekejap. Terima kasih untuk kenangan, untuk segalanya.
Tahukah kamu? Sebenernya klo dipikir-pikir kita mungkin berjodoh, coba liat hari ini, hujan..tidak ada senja. Seakan-akan seluruh alam semesta mendukung kita, tapi kita tidak bertemu pada waktu yang tepat. Seandainya kamu muncul beberapa tahun sebelumnya. Kamu sangat terlambat sayang...:((



“Malam, malam,katakan apakah aku bisa melupakan dia? Mengapa cinta harus berhenti atau dihentikan? Padahal rasa masih melonjak-lonjak, merindu-rindu dan menginginkan..Malam, malam, sampaikan cintaku padanya dalam keabadian..”

Sabtu, 24 Desember 2011

SO THIS IS CHRISTMAS...???


“So this is Christmas, And what have you done?
Another year is over, a new one just begun..”

      Lagu John Lennon ini terngiang-ngiang sejak tadi pagi. Sebenarnya sih liriknya yang menyentuhku pada kata,”..what have you done?” apa yang sudah aku lakukan sepanjang tahun ini? Sejak dari Natal 2010 hingga sekarang Natal 2011, apa yang sudah aku lakukan?
     Sebagaimana biasa, tiap malam Natal selalu menjadi malam mengharukan bagiku pribadi, terlebih lagi jika sampai detik ini apa yang menjadi pergumulan doaku, impianku, cita-citaku belum tercapai. Dan hal ini yang membuatku menjadi lebih rapuh, lebih sensi dan mellow saat menghadiri ibadah malam Natal.
    Tadi pagi aku tidak berencana untuk mengikuti ibadah malam Natal. Dikarenakan begitu banyaknya permasalahan yang aku alami menjelang Natal, sehingga membuatku tidak bergairah, tidak bersemangat menyambutnya. Awalnya aku hanya ingin menghabiskan hari ini di mall, hunting baju, ke salon, browsing internet, baca, nonton film. Intinya tidak ada ibadah malam natal.
     Sambil berjalan-jalan, hatiku mulai tergerak untuk menghadiri ibadah malam ini. Dan seketika itu juga aku putar haluan dan pulang. Sampai rumah aku siap-siap dan langsung berangkat.
    Sampai di gereja yang sudah hampir padat, aku terpaksa duduk di balkon atas. Saat aku duduk, aku mengucapkan terima kasih dan puji syukurku pada Tuhanku Yesus Kristus. Kalau pada saat ini aku dapat menikmati pemandangan cantik pohon Natal yang tinggi beserta dekorasi lampu-lampu cantik di mimbar, sungguh suatu berkat yang tak terperi. Kalau pada saat ini aku bisa menghadiri ibadah malam Natal sungguh suatu karunia yang tak terkira.
     Bagiku pribadi bagian terbaik dalam ibadah adalah saat semua lampu dimatikan kecuali lampu pohon natal, lilin dinyalakan dan menyanyikan Malam Kudus. Saat lilin-lilin dinyalakan, itulah doa dan harapan kita yang dipanjatkan kepadaNya. Dan juga malam ini, saat lilinku menyala, aku berdoa untuk semuanya. Aku berdoa untuk harapanku, impianku, cita-citaku. Aku berdoa untuk yang telah tiada, yang ada sekarang dan yang akan datang.
     Walau sudah bertahun-tahun aku panjatkan di malam Natal ini, walaupun aku masih mengalami hal yang sama di malam ini seperti tahun lalu, tapi aku yakin suatu saat nanti, malam Natal berikutnya semua tidak akan sama lagi, semua menjadi indah pada waktuNya.

“A very Merry Christmas and a Happy New Year, Let’s hope is a good one without any fear...”